Contoh Soal Perbandingan Berbalik Nilai

Contoh Soal Perbandingan Berbalik Nilai

Memahami Perbandingan Berbalik Nilai

Artikel ini akan membahas contoh soal perbandingan berbalik nilai dengan berbagai variasi. Perbandingan berbalik nilai adalah hubungan antara dua besaran di mana jika salah satu besaran bertambah, maka besaran lainnya akan berkurang dengan perbandingan yang tetap. Penguasaan konsep ini penting dalam berbagai bidang, termasuk matematika, fisika, dan ekonomi. Mari kita mulai dengan beberapa contoh soal perbandingan berbalik nilai yang akan membantu Anda memahami konsep ini lebih dalam.

Contoh Soal Perbandingan Berbalik Nilai: Tingkat Kesulitan Dasar

H2: Contoh Soal 1:

Lima orang pekerja dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dalam 12 hari. Jika jumlah pekerja ditambah menjadi 10 orang, berapa hari pekerjaan tersebut akan selesai?

Pembahasan:

Karena jumlah pekerja bertambah, maka waktu yang dibutuhkan akan berkurang. Ini merupakan contoh perbandingan berbalik nilai. Kita dapat menyelesaikannya dengan metode perbandingan senilai atau menggunakan rumus.

    1. Metode perbandingan:
    2. * 5 pekerja → 12 hari

      * 10 pekerja → x hari

      Karena berbanding terbalik, kita dapat tulis: 5 × 12 = 10 × x

      x = (5 × 12) / 10 = 6 hari

    3. Rumus: (Jumlah pekerja awal × waktu awal) = (Jumlah pekerja baru × waktu baru)
    4. Jadi, pekerjaan tersebut akan selesai dalam 6 hari.

      H2: Contoh Soal 2:

      Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 60 km/jam dan menempuh jarak 300 km. Jika kecepatan mobil dikurangi menjadi 40 km/jam, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak yang sama?

      Pembahasan:

      Kecepatan dan waktu menempuh jarak tertentu memiliki hubungan perbandingan berbalik nilai. Semakin rendah kecepatan, semakin lama waktu yang dibutuhkan.

    5. Metode perbandingan:
    6. * 60 km/jam → 300 km / 60 km/jam = 5 jam

      * 40 km/jam → x jam

      Karena berbanding terbalik, waktu yang dibutuhkan akan lebih lama: (60/40) * 5 jam = 7,5 jam

    7. Rumus: Waktu = Jarak / Kecepatan. Dengan kecepatan 40 km/jam, waktu yang dibutuhkan adalah 300 km / 40 km/jam = 7,5 jam.
    8. Jadi, waktu yang dibutuhkan adalah 7,5 jam atau 7 jam 30 menit.

      Contoh Soal Perbandingan Berbalik Nilai: Tingkat Kesulitan Menengah

      H2: Contoh Soal 3 (Soal Cerita):

      Sebuah proyek pembangunan rumah dapat diselesaikan oleh 8 tukang dalam waktu 15 hari. Jika ingin proyek tersebut selesai dalam 10 hari, berapa banyak tukang tambahan yang dibutuhkan?

      Pembahasan:

      Ini adalah contoh perbandingan berbalik nilai yang sedikit lebih kompleks. Kita perlu menghitung jumlah tukang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dalam 10 hari, lalu mencari selisihnya dengan jumlah tukang awal.

    9. 8 tukang × 15 hari = x tukang × 10 hari
    10. x = (8 × 15) / 10 = 12 tukang

Jadi, dibutuhkan 12 tukang. Jumlah tukang tambahan yang dibutuhkan adalah 12 - 8 = 4 tukang. Jawabannya adalah 4 tukang.

Contoh Soal Perbandingan Berbalik Nilai: Tingkat Kesulitan Lanjutan

H2: Contoh Soal 4 (Soal Gabungan):

Sebuah perusahaan memiliki 15 mesin yang dapat memproduksi 1000 unit barang dalam 5 hari. Jika perusahaan ingin memproduksi 1500 unit barang dalam 3 hari, berapa banyak mesin tambahan yang dibutuhkan?

Pembahasan: Soal ini menggabungkan konsep perbandingan berbalik nilai (mesin dan hari) dan perbandingan senilai (unit barang dan mesin).

Pertama, hitung berapa banyak mesin yang dibutuhkan untuk memproduksi 1500 unit dalam 5 hari: (1500/1000) * 15 mesin = 22,5 mesin. Angka ini dibulatkan menjadi 23 mesin.

Kemudian, hitung berapa mesin yang dibutuhkan untuk memproduksi 1500 unit dalam 3 hari: (5/3) * 23 mesin ≈ 38,33 mesin. Angka ini dibulatkan menjadi 39 mesin.

Jumlah mesin tambahan yang dibutuhkan adalah 39 - 15 = 24 mesin.

Jadi, perusahaan membutuhkan 24 mesin tambahan.

Tanya Jawab

Q: Apa perbedaan antara perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai?

A: Pada perbandingan senilai, jika satu besaran bertambah, besaran lain juga bertambah. Pada perbandingan berbalik nilai, jika satu besaran bertambah, besaran lain berkurang.

Q: Bagaimana cara mengetahui apakah suatu soal termasuk perbandingan berbalik nilai?

A: Perhatikan hubungan antara dua besaran. Jika peningkatan satu besaran menyebabkan penurunan besaran lainnya (atau sebaliknya), maka kemungkinan besar itu adalah perbandingan berbalik nilai.

Q: Apakah ada rumus umum untuk menyelesaikan soal perbandingan berbalik nilai?

A: Tidak ada rumus tunggal, tetapi prinsip dasar adalah perkalian antara kedua besaran awal sama dengan perkalian antara kedua besaran baru. Anda juga bisa menggunakan rumus yang diadaptasi dari konteks soal.

Semoga contoh soal perbandingan berbalik nilai di atas bermanfaat! Latihan terus menerus akan membantu Anda menguasai konsep ini dengan baik.